Selasa, 22 Februari 2011

Seruan Terakhir

Sampai kapankah kelengahan dan kelalaian ini berakhir?
Apakah kamu ingin disaat kamu dalam keadaan lupa malaikat maut menjemput mu?
Pagi dan sore kau pergi memburu dunia, untuk apa?
Kamu lupa di belakang mu ada penyetir gila yang menggiring mu menuju tempat yang hina.
Ingatlah, semua tenaga dan kemampuan yang digunakan untuk ketaatan.
Jelas lebih berguna bagi orang yang sebentar lagi akan masuk liang kubur.

Perhatikan amal mu, shalat mu, dan kebaikan mu.
Semua itu lah yang akan turut menyertai mumenuju papan pemandian.
Akan turut bersama mu dalam keranda kematian.
Turut menyertai mu  di saat kamu di shalatkan.
Setia menemani mu, ketika kedalam liang lahat tempat kamu dimasukkan.
Hingga, apabila terompet pembangkit dan kacaunya hari penggiringan mengejutkan mu,
Dan bapak mu, ibu mu, saudara serta saudari mu meninggalkan mu.
Amal kebaikan mu itu akan terus setia menyertai mu kemanapun langkah mu menuju.

Di dalam kubur.
Ia menjadi penghibur dalam kegalauan.
Memberi ketenangan dalam ketakutan.
Memancarkan pelita dalam kegelapan.

Di hari kiamat.
Memberi naungan dibawah naungan Arsy Tuhan.
Meringankan beban mu di saat kamu berdiri menuju perhitungan.

Wahai saudara ku,
Mengapa rezeki yang kamu terima menyebabkan mu lupa Pembaginya??
Begitu juga kenikmatan yang kamu rasa, mengapa menyebabkan kamu lupa akan Pemberinya??
Kau lebih mengutamakan yang di cipta ketimbang Pencipta.
Bibir mu sama sekali tidak bergetar sedikitpun untuk mengingat Nya.
Padahal malaikat maut menyeru kamu seratus kali dalam setiap hari.

Kalau seandainya batang-batang pohon itu mempunya hati, pasti akan menjerit.
Begitu juga bebatuan,
Apabila ia mempunyai roh, pasti ia akan merintih.
Mengapa kamu tidak sanggup untuk merintih??
padahal sebongkah mimbar  dari kayu pernah mengeluh dan merintih kepada Rasulullah.

Apabila kepastian itu mulai datang, di saat kamu di panggil untuk pulang.
Kamu akan merasa, sungguh tak bermanfaat harta yang kamu kumpulkan.
Semua yang hadir dalam hal itu, sibuk dalam kebingungan.
Para dokter mulai lepas tangan, Air mata pengunjung mulai bercucuran.
Ahli waris menunggu pengumuman kematian.
Hingga, di saat roh mu mulai punah,
dan suara mu mulai melemah.

Apakah harta-harta halal yang kamu peroleh bermanfaat untuk mu??
Akankah harta-harta haram menyelamatkan mu??
Atau, putra-putri yang kamu banggakan akan membela mu??
Atau mungkin, taman yang kamu rawat, istri yang kau cinta, uang yang kau kumpulkan, harta dagang yang kamu takut rugi, atau rumah gedung yang menjadi kebanggaan mu juga akan menyelamatkan mu??

SAMA SEKALI TIDAK.

Tidak ada yang bisa memberi manfaat kepada mu,
selain kebaikan yang engkau kerjakan,
hubungan silaturrahmi yang kamu jalin,
satu rakaat di tengah malam yang kamu lakukan,
tetesan air mata keimanan,
dan juga sedekah yang engkau berikan.
Ingatlah wahai orang yang lalai.
Sudah saatnya untuk bangun wahai orang yang sedang terlelap dalam tidurnya.


Seruan untuk diri pribadi dan insan akan bunga tidurnya....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar