Saudaraku yang baik, rumah tangga
yang terus-menerus meningkatkan ketaatannya kepada Allah, niscaya akan
senantiasa dikaruniai oleh-Nya jalan keluar atas segala urusan dan masalah yang
dihadapinya, misalnya: anak-anak kita membutuhkan biaya, tentunya Allah akan
mencukupi mereka karena Dia Dzat yang Maha Kaya. Perampok, dan orang-orang
zhalim saja diberi rezeki, bagaimana mungkin anak-anak kita dilalaikan-Nya?
Suatu saat suami atau istri kita, hatinya keras membatu, otoriter, dan suka
bertindak kasar, apa sulitnya bagi Allah membolak-balikkan setiap hati,
sehingga mereka menjadi berhati lembut, baik, dan bijak.
Masalahnya, apakah keluarga kita
layak mendapat jaminan-Nya ataukah tidak? Kuncinya adalah bahwa rumahtangga
yang selalu dekat kepada Allah dan sangat menjaga keikhlasan dalam beramal,
itulah rumah tangga yang layak memperoleh jaminan pertolongan-Nya. Semakin
suatu rumah tangga jarang shalat, enggan bersedekah dan menolong orang lain,
malas melakukan amal-amal kebaikan, ditambah lagi berhati busuk, maka semakin
letihlah dalam mengelola rumah tangga ini.
Bila kita temukan beberapa
kekurangan pada istri kita, bukan masalah, karena toh isteri kita bukan
malaikat. Demikian pun kekurangan yang ada pada suami, janganlah sampai jadi
masalah, karena suami pun bukan malaikat. Kekurangan yang ada untuk saling
dilengkapi, sedangkan kelebihannya untuk disyukuri. Lain lagi, bagi yang
berhati busuk, kekurangan yang ditemukan pada istri atau suami akan dijadikan
jalan untuk saling berbuat aniaya.
Subhanallah, ujian dan masalah
rumah tangga memang akan datang setiap saat, suka atau tidak suka. Namun, bagi
suami dan istri yang berhati bersih dan ikhlas, semua itu akan disikapi sebagai
nikmat dari Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Karena, bagaimanapun
dibalik setiap ujian dan masalah itu pasti terkandung hikmah yang luar biasa
mengesankan, yang akan semakin meningkatkan, kedewasaan dan kearifan, sekiranya
mampu menyikapi segalanya dengan tepat.
Setiap saat ujian dan aneka
masalah bukan tidak mungkin akan datang mendera rumah tangga dengan tiba-tiba.
Bagaimana seorang suami atau seorang istri menyikapinya, ternyata tergantung
dari satu hal, yakni qalbu! Terserah kita, apa yang akan kita lakukan dengan
masalah itu? Mau dibuat rumit, perumitlah. Nanti kita sendiri yang akan melihat
dan merasakan buahnya. Namun, mau dibuat sederhana juga, silakan sederhanakan,
nanti kita pun akan melihat dan merasakan buahnya.
Setiap masalah dalam rumah tangga
bisa menjadi rumit dan bisa juga menjadi sederhana, tentu bergantung bagaimana
kondisi yang kita miliki, yang akhirnya membuat kita harus memutuskan langkah
bagaimana menyikapinya. Padahal, bagi kita kuncinya hanya satu : sesungguhnya
tak ada masalah dengan masalah karena yang menjadi masalah adalah cara kita
yang salah dalam menyikapi masalah.
Oleh sebab itu, hati yang bersih
adalah bekal utama yang harus dimiliki oleh para pelaku rumah tangga, setelah
memiliki bekal ilmu, amal dan keiklasan. Bersih hati, tidak bisa tidak, akan
menjadi senjata pamungkas dalam menyiasati serumit dan sesulit apapun masalah
yang muncul dalam sebuah keluarga. Ujian dan persoalan hidup yang menimpa
justru benar-benar akan membuat kita semakin merasakan indahnya hidup ini
karena yakin bahwa semua itu merupakan perangkat kasih sayang Allah, yang
membuat sebuah rumah tangga tampak semakin bermutu. Wallahu a'lam Bisshowab
KH. Abdullah Gymnastiar
http://www.waspada.co.id/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar